Yatim Piatu Sejak Kecil Bocah 14 Tahun Rela Jadi Kenek Angkot Buat Hidupi sang Adik
Yatim Piatu Sejak Kecil Bocah 14 Tahun Rela Jadi Kenek Angkot Buat Hidupi sang Adik
Putus sekolah, mungkin menjadi salah satu hal yang perlu dibenahi dalam dunia pendidikan di Indonesia. Sepanjang tahun 2018 saja, data dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan catatan, sebanyak 32.127 siswa dilaporkan putus sekolah.
Tentunya ada banyak faktor yang menyebabkan anak harus putus sekolah. Ketebatasan ekonomi, menjadi faktor penyebab paling umum banyaknya anak yang akhirnya memutuskan untuk meninggalkan bangku sekolah.
Hal tersebut pula yang menimpa Supriyadi, remaja berusia 14 tahun yang sudah terdaftar harus mengubur mimpinya meraih cita-cita demi menghidupi adiknya, Radit yang masih berusia 8 tahun.
Menjadi yatim piatu sejak kecil, membuat pasangan-kakak-beradik ini harus bertahan hidup dan meninggalkan masa depan anak-anak mereka yang seharusnya menyenangkan. Berikut ulasannya:
Sekolah Kakak Putus dan Jadi Kenek Angkot
Supriyadi (14) dan Radit (8), merupakan pasangan kakak-beradik yang sudah menjadi yatim piatu. Mereka hanya hidup berdua di rumah yang cukup sederhana, dengan hidup yang serba kekurangan.
Untuk menyambung hidupnya, sang kakak yakni Supriyadi rela harus putus sekolah demi adiknya. Ia memilih menjadi kenek angkot agar tetap bisa mencukupi kebutuhannya dan bernyanyi adik.
"Enggak apa-apa biar saya saja yang putus sekolah agar adik saya bisa terus meraih masa depan yang sukses suatu kitab nanti" kata Supriyadi, dikutip dari laman lamanisa, Kamis (5/11).
Hidup Serba Kekurangan
Sebagai kenek angkot, tahap Supriyadi pun bisa dibilang sama sekali. Setiap harinya, ia hanya mendapat upah sebesar Rp20 ribu saja. Uang tersebut digunakan olehnya untuk membeli bahan makanan setiap hari.
Dengan tahap yang tidak seberapa, tentu saja butuh waktu bertahun-tahun mengingat-tahun itu untuk menabung demi biaya sekolah sang adiknya.
Adik Derita Gizi Buruk
Bekerja sebagai kenek angkot dengan tahapan pas-pasan, Supriyadi mengatakan jika ia dan adiknya pernah tak bisa makan karena tidak memiliki uang untuk membeli beras.
Penghasilan yang tidak sekalipun itu juga membuat kebutuhan gizi kakak-beradik ini tak terpenuhi. Dilansir dari laman kitabisa, sudah 3 tahun Radit menderita penyakit kulit dan mengalami gizi buruk.
Donasi untuk Supriyadi dan Radit
Himpitan ekonomi membuat Supriyadi harus rela menggantikan kedua orang tua demi adik, di usianya yang masih sangat muda. Setelah kisahnya viral, banyak warganet merasa iba dengan kondisi kakak-beradik ini.
Banyak yang mengatakan jika Supriyadi seharusnya masih memiliki hak untuk bersekolah. Maka dari itu, melalui yayasan kitabisa.com para relawan akhirnya menggalang dana untuk memberikan beasiswa pendidikan bagi Supriyadi dan Radit. Masyarakat bisa ikut andil dalam membantu kehidupan dan pendidikan anak-anak yatim piatu di Indonesia, termasuk Supriyadi dan Radit.
Sumber. www.merdeka.com

Belum ada Komentar untuk "Yatim Piatu Sejak Kecil Bocah 14 Tahun Rela Jadi Kenek Angkot Buat Hidupi sang Adik"
Posting Komentar